Candi Prambanan
Candi Prambanan

Telp :0274-496402
Hp : -
Email : info@borobudurpark.co.id
Website : www.borobudurpark.co.id
Candi Prambanan disebelah timur sungai Opak, merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang menjadi simbol kejayaan kerajaan Mataram Kuna. Candi ini pada masa lalu diduga merupakan salah satu candi tingkat kerajaan. Hal ini ditunjukkan dengan kemegahan, kompleksitas, serta kelengkapan unsur bangunan yang menggambarkan kesatuan konsep mandala dalam agama Hindu.
Sebagai candi kerajaan, candi Prambanan di atas areal yang luas, sekitar 39,8 ha. Kompleks Prambanan dibagi menjadi tiga halaman, masing-masing dipisahkan oleh pagar keliling yang dilengkapi dengan gapura di keempat arah mata angin.
Dihalaman pertama terdapat tiga candi utama, tiga candi wahana, dua candi kelir dan delapan candi pathok. Candi utama terdiri atas candi Brahma di sebelah selatan, candi Civa di tengah, candi Visnu di sebelah utara. Pda dinding candi Brahma dan candi Civa dipahatkan relief Ramayana, sedangkan pada dinding candi Visnu terdapat relief Kresnayana.
Candi Wahana adalah candi untuk kendaraan ( asana ) ketiga dewa Trimurti tersebut, yaitu candi Angsa sebagai kendaraan Dewa Brahma, candi Nandi untuk kendaraan Civa dan candi Garuda untuk kendaraan dewa Visnu. Candi apit ( candi kelir ) adalah candi yang mengapit tiga candi utama dan candi wahana, terdiri atas candi apit utara dan selatan. Candi pathok adalah candi yang terletak di titik-titik sakral ke delapan mata angin.
Di halaman kedua terdapat 224 candi perwara yang dibangun secara gotong royong sebagai sumbangan dari masyarakat, baik yang mempunyai kedudukan tinggi maupun masyarakat lapisan bawah. Dihalaman ketiga saat ini sudah tidak ditemukan bangunan, tetapi dari ekskavasi yang pernah dilakukan terdapat beberapa struktur fondasi bangunan yang diperkirakan sebagai tempat tinggal pendeta.
Prasasti Siwagrha yang diduga berkaitan erat dengan candi Prambanan memberikan gambaran secara rinci mengenai gugusan candi yang diresmikan pada tahun 778 Saka atau 856 Masehi oleh Rakai Pikatan, sebagai tanda kemenangan nya dalam pertempuran melawan Balaputradewa yang berlangsung di bukit Boko. Atas dasar isi prasasti tersebut, tampaknya candi Prambanan dibangun sebagai simbol kebangkitan kerajaan Mataram Kuna setelah sebelumnya mengalami masa tidak stabil, antaralain akibat peperangan dan perpindahan ibukota sebanyak tiga kali.







